Saturday, May 29, 2010

Cegah Penyakit Jantung dengan Sikat Gigi 2 Kali Sehari

Hai semua.. Asiknya hari minggu he he he libur..... biar libur jangan malas-malasan ya... Apalagi sampai engga mandi dan engga gosok gigi hiyyy.... Eh tahu tidak, ternyata menyikat gigi dua kali sehari bisa mencegah serangan jantung. Jadi jangan malas untuk menyikat gigi ya.
Anyway, buat yang mau belanja produk Tupperware edisi Mei 2010 silahkan klik disini
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
---------------------------------------------

Sikat gigi tak hanya membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rajin menyikat gigi dua kali sehari bisa mencegah seseorang terkena serangan jantung.

Para ilmuwan menuturkan bahwa orang yang malas menjaga kebersihan gigi dan mulutnya memiliki kesempatan lebih tinggi menderita masalah jantung. Hal ini memperkuat bukti bahwa penyakit gusi membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung.

Namun penelitian ini merupakan yang pertama kali mengungkapkan keterkaitan antara penyakit jantung dengan kebiasaan menyikat gigi.

Peneliti menemukan bakteri yang masuk dari mulut ke dalam aliran darah akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Ini akan membuat dinding pembuluh darah meradang dan menyempit atau membuat penumpukan lemak di arteri sehingga menyebabkan penyempitan yang lebih lanjut.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang tidak pernah atau jarang menyikat gigi memiliki 70 persen kemungkinan menderita penyakit jantung dibandingkan orang yang rajin menyikat gigi dua kali sehari.

Pada studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa kesehatan gigi dan gusi yang buruk bisa memunculkan 700 jenis bakteri masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini tentu saja dapat meningkatkan risiko serangan jantung tanpa melihat apakah orang itu sehat atau tidak.

Dalam studi ini, peneliti dari University College London menganalisa data lebih dari 11.000 orang dengan usia rata-rata 50 tahun. Peserta diminta menjawab pertanyaan seberapa sering menggosok gigi dan mengunjungi dokter gigi.

Setelah 8 tahun kemudian terdapat 555 kasus masalah jantung serius dengan 170 kasus fatal. Ternyata didapatkan orang yang tidak pernah atau jarang gosok gigi memiliki kemungkinan sebesar 70 persen untuk menderita penyakit jantung. Kondisi ini akan diperburuk jika seseorang memiliki obesitas, merokok atau pola hidupnya tidak sehat.

"Hasil penelitian kami memperkuat hubungan antara kesehatan mulut dan risiko penyakit jantung, hal ini menunjukkan bahwa menggosok gigi juga memiliki peran penting untuk kesehatan jantung," ujar peneliti Profesor Richard Watt, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (28/5/2010).

Profesor Damien Walmsley, penasihat ilmiah dari British Dental Association mengungkapkan bahwa ada beberapa penelitian yang menghubungkan berbagai kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes bahkan demensia yang berhubungan dengan kesehatan mulut yang buruk.

Namun penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah hal ini hanya kebetulan saja atau memang menjadi penyebab pasti.

"Apapun hasil yang benar nantinya, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa rajin menggosok gigi dua kali sehari merupakan suatu hal yang penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi serta membuat organ-organ lainnya tetap sehat," ungkap Prof Walmsley.

Sumber: detikcom

Salam sukses.
Bunda Elis Lestari, S.PD
===================
Pengelola blog:
Busana Muslim dan Perlengkapan Muslimah
http://aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://tupperwarebundaelis.blogspot.com
===============================
Tlp/fax. 021 30149536
Mobile. 08159174339
Email. lestari80elis@gmail.com
Ym. lestari_elis@yahoo.com
Cengkareng Jakarta Indonesia
========================
Workshop. BTC Lt.B9 No.6
========================
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
Mau dapat koleksi artikel dan newsletter motivasi Islam GRATIS klik http://www.zonasukses.com/reg.php?aemail=ahap234jamil@gmail.com
Ingin mempromosikan produk atau jasa anda dengan efektif join di http://negeriads.com/index.php?r=4503

Friday, May 28, 2010

Beratnya Melatih Kesabaran

Hai semua.. pa kabar. Semoga sehat wal afiyah. amin. Tetep semangat ceria. Today mau share artikel tentang kesabaran, yang mungkin sekarang sudah mulai jauh berkurang apalagi di kota jakarta tercinta ini yang orang-orangnya senantiasa sibuk dan dikejar target, termasuk saya juga, he he he. Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi sekedar penyejuk hati kita yang mungkin sedang gelisah dan panas engga karuan (bukan kompor lohhh), buat diri saya dan juga yang berkenan membacanya .Semoga bermanfaat.
Anyway, buat yang mau belanja produk Tupperware edisi Mei 2010 silahkan klik disini
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
======================
 

Kesabaran bukanlah suatu hal yang mudah diraih dan dimiliki oleh seseorang karena apalagi yang terbiasa hidup di kota besar seperti Jakarta dengan budaya pragmatis dan instan-nya. Kesabaran adalah sesuatu hal yang perlu diraih dengan pengorbanan yang sangat besar. Bahkan mungkin butuh bertahun-tahun sampai hal itu tertanam dalam jiwa. Bahkan dalam kisah-kisah terdahulu, dapat kita temukan berbagai hal yang tak masuk akal yang dapat untuk mendapatkan tingkat kesabaran yang sangat tinggi. Saya mencoba petik dari kisah yang ada di dalam agama Islam (karena saya beragama Islam) dan dari lingkungan budaya Jawa (karena saya bersuku bangsa Jawa), yaitu kisah pertemuan Nabi Musa dengan hamba yang soleh (oleh sebagian ulama disebutkan sebagai Nabi Khidir) dan kisah pertemuan antara Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang.

 

Nabi Musa dan Nabi Khidir

 

Salah satu kisah Al-Qur'an yang sangat mengagumkan dan dipenuhi dengan misteri, kisah seorang hamba yang Allah SWT memberinya rahmat dari sisi-Nya dan mengajarinya ilmu. Yang mana kisah tersebut terdapat dalam surah al-Kahfi di mana ayat-ayatnya dimulai dengan cerita Nabi Musa, yaitu:

 

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: 'Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan-jalan sampai bertahun-tahun." (QS. al-Kahfi: 60)

 

Kalimat yang samar menunjukkan bahwa Musa telah bertekad untuk meneruskan perjalanan selama waktu yang cukup lama (kurang lebih 150 tahun)  kecuali jika beliau mampu mencapai majma' al-Bahrain (pertemuan dua buah lautan). Seandainya tempat itu harus disebutkan niscaya Allah SWT akan rnenyebutkannya. Namun Al-Qur'an al-Karim sengaja menyembunyikan tempat itu, sebagaimana Al-Qur'an tidak menyebutkan kapan itu terjadi. Begitu juga, Al-Qur'an tidak menyebutkan nama-nama orang-orang yang terdapat dalam kisah itu karena adanya hikmah yang tinggi yang kita tidak mengetahuinya. Kisah tersebut berhubungan dengan suatu ilmu yang tidak kita miliki, karena biasanya ilmu yang kita kuasai berkaitan dengan sebab-sebab tertentu. Dan tidak juga ia berkaitan dengan ilmu para nabi karena biasanya ilmu para nabi berdasarkan wahyu. Kita sekarang berhadapan dengan suatu ilmu dari suatu hakikat yang samar; ilmu yang berkaitan dengan takdir yang sangat tinggi; ilmu yang dipenuhi dengan rangkaian tabir yang tebal. Di samping itu, bahkan Al-Qur'an sengaja menyembunyikan pahlawan dari kisah ini.

 

Allah SWT mengisyaratkan hal tersebut dalam firman-Nya:

 

"Seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami."(QS. al-Kahfi: 65)

 

Al-Qur'an al-Karim tidak menyebutkan siapa nama hamba yang dimaksud, yaitu seorang hamba yang dicari oleh Musa AS agar ia dapat belajar darinya. Nabi Musa adalah seorang yang diajak bebicara langsung oleh Allah SWT dan ia salah seorang ulul azmi dari para rasul. Beliau adalah pemilik mukjizat tongkat dan tangan yang bercahaya dan seorang Nabi yang Taurat diturunkan kepadanya tanpa melalui perantara. Namun dalam kisah ini, beliau menjadi seorang pencari ilmu yang sederhana yang harus belajar kepada gurunya dan menahan penderitaan di tengah-tengah belajarnya itu yang didalam hadis yang suci disebutkan bahwa ia adalah Khidir as. Musa berjalan bersama hamba yang menerima ilmunya dari Allah SWT tanpa sebab-sebab penerimaan ilmu yang biasa kita ketahui. Mula-mula Khidir menolak ditemani oleh Musa. Khidir memberitahu Musa bahwa ia tidak akan mampu bersabar bersamanya. Akhirnya, Khidir mau ditemani oleh Musa tapi dengan syarat, hendaklah ia tidak bertanya tentang apa yang dilakukan Khidir sehingga Khidir menceritakan kepadanya. Khidir merupakan simbol ketenangan dan diam; ia tidak berbicara dan gerak-geriknya menimbulkan kegelisahan dan kebingungan dalam diri Musa. Sebagian tindakan yang dilakukan oleh Khidir jelas-jelas dianggap sebagai kejahatan di mata Musa; sebagian tindakan Khidir yang lain dianggap Musa sebagai hal yang tidak memiliki arti apa pun; dan tindakan yang lain justru membuat Musa bingung dan membuatnya menentang. Meskipun Musa memiliki ilmu yang tinggi dan kedudukan yang luar biasa namun beliau mendapati dirinya dalam keadaan kebingungan melihat perilaku hamba yang mendapatkan karunia ilmunya dari sisi Allah SWT.

 

Ilmu Musa yang berlandaskan syariat menjadi bingung ketika menghadapi ilmu hamba ini yang berlandaskan hakikat. Syariat merupakan bagian dari hakikat. Terkadang hakikat menjadi hal yang sangat samar sehingga para nabi pun sulit memahaminya. Kisah ini menunjukan bahwa adanya hamba-hamba Allah SWT yang bukan termasuk nabi dan syuhada namun para nabi dan para syuhada "cemburu" dengan ilmu mereka. Kisah ini di awali pada saat Nabi Musa as berbicara di tengah-tengah Bani Israil. Ia mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT dan menceritakan kepada mereka tentang kebenaran. Setelah beliau menyampaikan pembicaraannya, salah seorang Bani Israil bertanya: "Apakah ada di muka bumi seseorang yang lebih alim darimu wahai Nabi Allah?" Dengan nada emosi, Musa menjawab: "Tidak ada." Allah SWT tidak setuju dengan jawaban Musa. Lalu Allah SWT mengutus Jibril untuk bertanya kepadanya: "Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui di mana Allah SWT meletakkan ilmu-Nya?" Musa mengetahui bahwa ia terburu-buru mengambil suatu keputusan. Jibril kembali berkata kepadanya:"Sesungguhnya Allah SWT mempunyai seorang hamba yang berada di majma' al-Bahrain yang ia lebih alim daripada kamu." Musa bertanya bagaimana ia dapat menemui orang alim itu. Kemudian ia mendapatkan perintah untuk pergi dan membawa ikan di keranjang. Ketika ikan itu hidup dan melompat ke lautan maka di tempat itulah Musa akan menemui hamba yang alim. Akhirnya, Musa sampai di tempat di mana ikan itu melompat. Di sanalah mereka mendapatkan seorang lelaki yang dijelaskan oleh Al-Qur'an:

 

"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba -hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahrnat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. "

 

Inilah aspek yang penting dalam kisah itu. Kisah itu terfokus pada sesuatu yang ada di dalam jiwa, bukan tertuju pada hal-hal yang bersifat fisik atau lahiriah. Allah SWT berfirman:

 

"Maka tatkala mereka berjalan sampai ke pertemuan dua buah laut itu, maka mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. Tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: 'Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita merasa letih karena perjalanan hita ini.' Muridnya menjawab: 'Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.' Musa berkata: 'Itulah (tempat) yang kita cari; lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. "(QS. al-Kahfi: 61-65)

 

Firman Allah SWT dalam surah al-Kahfi:

 

"Musa berkata kepadanya: 'Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu ?' Dia menjawab: 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?' Musa berkata: 'Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun.' Dia berkata: 'Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.'" (QS. al-Kahfi: 66-70)

 

Allah SWT berfirman:

 

"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidir melobanginya. Musa berkata: 'Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya hamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.' Dia (Khidir) berkata: 'Bukankah aku telah berkata: 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.' Musa berkata: 'Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.' Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya. Musa berkata: 'Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih itu, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.' Khidir berkata: 'Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan sabar bersamaku?' Musa berkata: 'Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah engkau memperbolehkan aku menyertairnu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku.' Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidir menegakkan dinding itu. Musa berkata: 'Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.' Khidir berkata: 'Inilah perpisahan antara aku dengan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin dan kami khawatir bahwa dia ahan mendorong orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki supaya Tuhan mereha mengganti bagi mereka dengan anak yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam dari hasih sayangnya (kepada ibu dan bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya seseorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakuhannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.'" (QS. al-Kahfi: 71-82)

 

Hamba saleh itu menyingkapkan dua hal pada Musa: ia memberitahunya bahwa ilmunya, yakni ilmu Musa sangat terbatas, kemudian ia memberitahunya bahwa banyak dari musibah yang terjadi di bumi justru di balik itu terdapat rahmat yang besar.

 

Demikianlah bahwa nikmat terkadang membawa sesuatu bencana dan sebaliknya, suatu bencana terkadang membawa nikmat. Banyak hal yang lahirnya baik temyata justru di balik itu terdapat keburukan. Mula-mula Nabi Allah SWT Musa menentang dan mempersoalkan tindakan hamba Allah SWT tersebut, kemudian ia menjadi mengerti ketika hamba Allah SWT itu menyingkapkan kepadanya maksud dari tindakannya dan rahmat Allah SWT yang besar yang tersembunyi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. http://bias.web.id/2007/12/03/kisah-nabi-khidir-sebuah-kepatuhan/

 

Dan dalam kisah ini dapat kita lihat betapa berat perjuangan seorang Nabi Musa ketika ia diminta bersabar mencari orang yang ditentukan oleh Allah SAW dengan suatu perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan dan ternyata setelah bertemu dengan orang yang dijanjikan oleh Allah, Nabi Musa-pun tetap gagal untuk menjadi murid dari Nabi Khidir tersebut. Karena satu hal saja, yaitu Nabi Musa gagal dalam bersabar.

 

Kisah Pertemuan Sunan Kalijaga (Raden Said) dan Sunan Bonang (Wali Songo)

 Sudah banyak orang tahu bahwa Sunan Kalijaga itu aslinya bernama Raden Said.   Putra Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta. Tumenggung Wilatikta seringkali disebut Raden Sahur, walau dia termasuk keturunan Ranggalawe yang beragama Hindu tapi Raden Sahur sendiri sudah masuk agama Islam. Karena suatu kesalah pahaman maka Raden Said diusir oleh ayahandanya keluar dari Kadipaten Tuban.

 

 Kemanakah Raden Said sesudah diusir dari Kadipaten Tuban ? Ternyata ia mengembara tanpa tujuan pasti. Pada akhirnya dia menetap di hutan Jatiwangi. Selama bertahun-tahun dia menjadi perampok budiman. Mengapa disebut perampok budiman ?

 

 Karena hasil rampokannya itu tak pernah dimakannya. Seperti dulu, selalu diberikan kepada fakir miskin. Yang dirampoknya hanya para hartawan atau orang kaya yang kikir, tidak menyantuni rakyat jelata, dan tidak mau membayar zakat. Di hutan Jatiwangi dia membuang nama aslinya. Orang menyebutnya sebagai Brandal Lokajaya.

 

 Pada suatu hari, ada seorang berjubah putih lewat di hutan Jatiwangi. Dari jauh Brandal Lokajaya sudah mengincarnya. Orang itu membawa sebatang tongkat yang gagangnya berkilauan.

 

 "Pasti gagang tongkat itu terbuat dari emas," bisik Brandal Lokajaya dalam hati.

 

 Terus diawasinya orang tua berjubah putih itu. Setelah dekat dia hadang langkahnya sembari berkata, "Orang tua, apa kau pakai tongkat ? Tampaknya kau tidak buta, sepasang matamu masih awas dan kau juga masih kelihatan tegar, kuat berjalan tanpa tongkat !"

 

 Lelaki berjubah putih itu tersenyum, wajahnya ramah, dengan suara lembut dia berkata, "Anak muda ………. Perjalanan hidup manusia itu tidak menentu, kadang berada di tempat terang, kadang berada di tempat gelap, dengan tongkat ini aku tidak akan tersesat bila berjalan dalam kegelapan."

 

 "Tapi ………. saat ini hari masih siang, tanpa tongkat saya kira kau tidak akan tersesat berjalan di hutan ini." Sahut Raden Said. Kembali lelaki berjubah putih itu tersenyum arif, "anak muda ………. Perjalanan hidup manusia itu tidak menentu, kadang berada di tempat terang, kadang berada di tempat gelap, dengan tongkat ini aku tidak akan tersesat bila berjalan dalam kegelapan."

 

 "Tetapi ………. saat ini hari masih siang, tanpa tongkat saya kira kau tidak akan tersesat berjalan di hutan ini." Sahut Radeb Said. Kembali lelaki berjubah putih itu tersenyum arif, "Anak muda tongkat adalah pegangan, orang hidup haruslah mempunyai pegangan supaya tidak tersesat dalam menempuh perjalanan hidupnya."

 

 Agaknya jawab-jawab yang mengandung filosofi itu tak menggugah hati Raden Said.

 

 Dia mendengar dan mengakui kebenarannya tapi perhatiannya terlanjur tertumpah kepada gagang tongkat lelaki berjubah putih itu. Tanpa banyak bicara lagi direbutnya tongkat itu dari tangan lelaki berjubah putih. Karena tongkat itu dicabut dengan paksa maka orang berjubah putih itu jatuh tersungkur.

 

 Dengan susah payah orang itu bangun, sepasang matanya mengeluarkan air walau tak ada suara tangis dari mulutnya. Raden Said pada saat itu sedang mengamat-amati gagang tongkat yang dipegangnya. Ternyata tongkat itu bukan terbuat dari emas, hanya gagangnya saja terbuat dari kuningan sehingga berkilauan tertimpa cahaya matahari, seperti emas. Raden Said heran melihat orang itu menangis. Segera diulurkannya kembali tongkat itu, "Jangan menangis, ini tongkatmu kukembalikan."

 

 "Bukan tongkat ini yang kutangisi," Ujar lelaki itu sembari memperlihatkan beberapa batang rumput di telapak tangannya. "Lihatlah ! Aku telah berbuat dosa, berbuat kesia-siaan. Rumput ini tercabut ketika aku aku jatuh tersungkur tadi."

 

 "Hanya beberapa lembar rumput. Kau merasa berdosa ?" Tanya Raden Said heran.

 

 "Ya, memang berdosa ! Karena kau mencabutnya tanpa suatu keperluan. Andaikata guna makanan ternak itu tidak mengapa. Tapi untuk suatu kesia-siaan benar-benar suatu dosa !" Jawab lelaki itu.

 

 Hati Raden Said agak tergetar atas jawaban yang mengandung nilai iman itu.

 

 "Anak muda sesungguhnya apa yang kau cari di hutan ini ?"

 

 "Saya mengintai harta ?"

 

 "Untuk apa ?"

 

 "Saya berikan kepada fakir miskin dan penduduk yang menderita."

 

 "Hemm, sungguh mulia hatimu, sayang …… caramu mendapatkannya yang keliru."

 

 "Orang tua ………. apa maksudmu ?"

 

 "Boleh aku bertanya anak muda ?"

 

 "Silahkan ………. "

 

 "Jika kau mencuci pakaianmu yang kotor dengan air kencing, apakah tindakanmu itu benar ?"

 

 "Sungguh perbuatan bodoh," sahut Raden Said. "Hanya manambah kotor dan bau pakaian itu saja."

 

 Lelaki itu tersenyum, "Demikian pula amal yang kau lakukan. Kau bersedekah dengan barang yang di dapat secara haram, merampok atau mencuri, itu sama halnya mencuci pakaian dengan air kencing."

 

 Raden Said tercekat.

 

 Lelaki itu melanjutkan ucapannya, "Allah itu adalah zat yang baik, hanya menerima amal dari barang yang baik atau halal."Raden Said makin tercengang mendengar keterangan itu. Rasa malu mulai menghujam tubuh hatinya. Betapa keliru perbuatannya selama ini. Di pandangnya sekali lagi wajah lelaki berjubah putih itu. Agung dan berwibawa namun mencerminkan pribadi yang welas asih. Dia mulai suka dan tertarik pada lelaki berjubah putih itu.

 

 "Banyak hal yang terkait dalam usaha mengentas kemiskinan dan penderitaan rakyat pada saat ini. Kau tidak bisa merubahnya hanya dengan memberi para penduduk miskin bantuan makan dan uang. Kau harus memperingatkan para penguasa yang zalim agar mau merubah caranya memerintah yang sewenang-wenang, kau juga harus dapat membimbing rakyat agar dapat meningkatkan taraf kehidupannya !"

 

 Raden Said semakin terpana, ucapan seperti itulah yang didambakannya selama ini.

 

 "Kalau kau tak mau kerja keras, dan hanya ingin beramal dengan cara yang mudah maka ambillah itu. Itu barang halal. Ambillah sesukamu !"

 

 Berkata demikian lelaki itu menunjuk pada sebatang pohon aren. Seketika pohon itu berubah menjadi emas seluruhnya. Sepasang mata Raden Said terbelalak. Dia adalah seorang pemuda sakti, banyak ragam pengalaman yang telah dikecapnya. Berbagai ilmu yang aneh-aneh telah dipelajarinya. Dia mengira orang itu mempergunakan ilmu sihir, kalau benar orang itu mengeluarkan ilmu sihir ia pasti dapat mengatasinya.

 

 Tapi, setelah ia mengerahkan ilmunya, pohon aren itu tetap berubah menjadi emas.

 

 Berarti orang itu tidak mempergunakan sihir.

 

 Raden Said terpukau di tempatnya berdiri. Dia mencoba memanjat pohon aren itu. Benar-benar berubah menjadi emas seluruhnya.Ia ingin mengambil buah aren yang telah berubah menjadi emas berkilauan itu. Mendadak buah aren itu rontok, berjatuhan mengenai kepala Raden Said. Pemuda itu terjerembab ke tanah. Roboh dan pingsan.

 

 Ketika ia sadar, buah aren yang rontok itu telah berubah lagi menjadi hijau seperti arenaren lainnya. Raden Said bangkit berdiri, mencari orang berjubah putih tadi. Tapi yang dicarinya sudah tak ada di tempat.

 

 "Pasti dia seorang sakti yang berilmu tinggi. Menilik caranya berpakaian tentulah dari golongan para ulama atau mungkin salah seorang dari Waliullah, aku harus menyusulnya, aku akan berguru kepadanya," demikian pikir Raden Said.

 

 Raden Said mengejar orang itu. Segenap kemampuan dikerahkannya untuk berlari cepat, akhirnya dia dapat melihat bayangan orang itu dari kejauhan. Seperti santai saja orang itu melangkahkan kakinya, tapi Raden Said tak pernah bisa menyusulnya. Jatuh bangun, terseok-seok dan berlari lagi, demikianlah, setelah tenaganya terkuras habis dia baru sampai di belakang lelaki berjubah putih itu.

 

 Lelaki berjubah putih itu berhenti, bukan karena kehadiran Raden Said melainkan di depannya terbentang sungai yang cukup lebar.Tak ada jembatan, dan sungai itu tampaknya dalam, dengan apa dia harus menyeberang.

 

 "Tunggu ………. " ucap Raden Said ketika melihat orang tua itu hendak melangkahkan kakinya lagi.

 

 "Sudilah Tuan menerima saya sebagai murid …… " Pintanya.

 

 "Menjadi muridku ?" Tanya orang itu sembari menoleh. "Mau belajar apa ?"

 

 "Apa saja, asal Tuan menerima saya sebagai murid ……"

 

 "Berat, berat sekali anak muda, bersediakah kau menerima syarat-syaratnya ?"

 

 "Saya bersedia …… "

 

 Lelaki itu kemudian menancapkan tongkatnya di tepi sungai. Raden Said diperintahkan menungguinya. Tak boleh beranjak dari tempat itu sebelum lelaki itu kembali menemuinya.

 

 Raden Said bersedia menerima syarat ujian itu. Selanjutnya lelaki itu menyeberangi sungai. Sepasang mata Raden Said terbelalak heran, lelaki itu berjalan di atas air bagaikan berjalan didaratan saja. Kakinya tidak basah terkena air.

 

 Setelah lelaki itu hilang dari pandangan Raden Said, pemuda itu duduk bersila, lama sekali dia duduk disana dan akhirnya munculah ilham dalam hati agar dia berdo'a kepada Tuhan supaya ditidurkan seperti para pemuda di goa Kahfi ratusan tahun silam. Do'anya dikabulkan. Raden Said tertidur dalam samadinya selama tiga tahun. Akar dan rerumputan telah membalut dan hampir menutupi sebagian besar anggota tubuhnya.

 

 Setelah tiga tahun lelaki berjubah putih itu datang menemui Raden Said. Tapi Raden Said tak bisa dibangunkan. Barulah setelah mengumandangkan adzan, pemuda itu membuka sepasang matanya. Tubuh Raden Said dibersihkan, diberi pakaian baru yang bersih. Kemudian dibawa ke Tuban.Mengapa ke Tuban ? Karena lelaki berjubah putih itu adalah Sunan Bonang. Raden Said kemudian diberi pelajaran agama sesuai dengan tingkatnya, yaitu tingkat para Waliullah. Di kemudian hari Raden Said terkenal sebagai Sunan Kalijaga. Kalijaga artinya orang yang menjaga sungai.

 

 Demikian kisah legenda pertemuan Raden Said dengan Sunan  Bonang.  

 

Dalam hal ini Sunan Kalijaga yang pada saat itu bernama Raden Said mengalami ujian dari Sunan Bonang sebelum diterima menjadi muridnya. Apa ujian yang dilakukan pada intinya adalah untuk menguji kesabaran dan kesungguhan dari Raden Said dengan menjaga tongkat Sunan Bonang selama 3 tahun. Apakah dia hanya menginginkan sekedar "kesaktian" saja seperti yang ditunjuk Sunan Bonang pada saat menjadikan pohon aren sebagai pohon emas, ataukah dia benanr-benar ingin mendapatkan ilmu makrifatullah?

  

Dari kedua kisah itulah dapat kita lihat, ternyata banyak cara untuk belajar bersabar, baik masuk akal atau tidak. Tinggalah kita merenunggi diri apakah diri kita sudah melatih diri dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh kesabaran itu. Kisah diatas bukan monopoli orang-orang suci. Tetapi menjadi petunjuk bagi kita untuk berjuang mendapatkan kesabaran tersebut. (sumber: Mas Bambang Purnomo Sigit http://www.smartindonesia.biz)

====================

Salam hangat
Bunda Elis Lestari, S.PD
===================
Pengelola blog:
Busana Muslim dan Perlengkapan Muslimah
http://aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://tupperwarebundaelis.blogspot.com
===============================
Tlp/fax. 021 30149536
Mobile. 08159174339
Email. lestari80elis@gmail.com
Ym. lestari_elis@yahoo.com
Cengkareng Jakarta Indonesia
================================
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
Mau dapat koleksi artikel dan newsletter motivasi Islam GRATIS klik http://www.zonasukses.com/reg.php?aemail=ahap234jamil@gmail.com
Ingin mempromosikan produk atau jasa anda dengan efektif join di http://negeriads.com/index.php?r=4503

Wednesday, May 26, 2010

Bantu Anak Sukses Ujian


Orang tua mana yang tak akan cemas melihat anak-anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar, menengah atau atas, bahkan perguruan tinggi sedang menghadapi ujian di sekolahnya. Secara langsung atau tidak, ini melibatkan sisi emosional orang tua.

Bermacam perasaan campur aduk jadi satu, mulai dari terlihat panik, cemas bahkan deg-degan. Tak jarang juga ketakutan menghantui jika ternyata si anak tidak mampu mengerjakan soal atau harus gagal ujian. Tak bisa ditawar lagi, mengikuti ujian adalah kewajiban setiap pelajar untuk menentukan nilai akademiknya.

Sebagai orang tua, sebaiknya Anda berdiri di posisi "supporter", bukan "hakim" atau "polisi" yang seakan menyelidik si anak dan malah membuatnya tidak nyaman. Dengan bersikap mengayomi, anak Anda akan lebih terpacu untuk belajar lebih giat dan bersemangat menghadapi ujian.

1. Sediakan ruangan khusus untuk belajar yang nyaman bagi anak di rumah. Suasana belajar yang tenang, bersih dan nyaman akan sangat mempengaruhi aktivitas belajar anak sehingga memacu konsentrasinya dalam menyerap pelajaran. Usahakan juga agar penataan ruang belajarnya mengikuti selara anak, ini agar anak merasa betah menghabiskan waktunya belajar.

Lengkapi ruang belajar anak dengan beberapa perlengkapan dan fasilitas pendukung, seperti rak buku, buku, alat tulis, papan tulis atau komputer. Untuk mempermudah anak mencari data-data tambahan dari berbagai sumber sambungkan juga dengan jaringan internet.

2. Perlu sekali mengulang pelajaran yang telah dipelajari di sekolah. Setelah jam makan siang dan istirahan 30-60 menit, ajaklah anak Anda mengulang pelajarannya. Dampingi anak menyimak buku-buku pelajarannya. Tanyakan apa saja kesulitan yang ia temui selama belajar mata pelajaran hari ini, dan cari pemecahan jawabannya sama-sama.

Hal ini tentu saja agar anak mendapat pemahaman lebih mendalam. Dan saat menghadapi ujian sekolah, anak Anda akan merasa lebih percaya diri dan siap mengerjakan soal-soal ujian dengan baik dan benar.

3. Anda tentu sudah lupa pelajaran-pelajaran di jaman Anda masih bersekolah, atau bahkan kurikulum pelajarannya telah banyak berubah. Hal ini tentu saja tidak akan banyak membantu disaat anak mengalami kesulitan memecahkan soal-soal yang sulit.

Untuk mengatasinya, belajarlah bersama anak. Anda bisa ikut membaca buku-buku pelajarannya atau mencari beberapa referensi melalui buku-buku atau internet. Kesiapan Anda ini tentu sangat membantu anak Anda menghada[i kesulitannya memecahkan soal-soal.

4. Ciptakan komunikasi dan diskusi yang intens dengan anak tentang pelajaran-pelajaran, kegiatan dan hal-hal lain yang terjadi di sekolahnya. Ajukan pertanyaan tentang kesulitan apa yang dialaminya saat belajar, siapkah dia menghadapi ujiannya, atau apakah in berminat ikut les atau kursus.

Meski Anda dan pasangan sibuk di kantor, sebuah komunikasi yang tercipta dan terjaga antara Anda dan anak adalah bentuk perhatian Anda terhadap perkembangan anak. Anak merasa diperhatikan dan ini menumbuhkan semangat dalam dirinya untuk belajar giat.

5. Jangan terlalu keras mendisiplinkan anak untuk belajar. Beri sedikit jeda pada mereka untuk bermain agar anak tak merasa bosan dan tertekan. Meski esok adalah masa ujiannya, cobalah ajak buah hati Anda untuk refreshing sejenak. Anda bisa mengajak anak bermain bersama, atau jalan-jalan ke mall atau tempat rekreasi. Suasana baru yang menyegarkan ini akan membuat pikiran anak lebih relaks dan tidak stress menghadapi ujiannya.

6. Satu hal yang penting adalah mencukupi kebutuhan gizi anak. Biasakanlah anak untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah, ini penting untuk mendongkrak kerja otaknya sehingga lebih fokus menerima pelajaran. Selain itu penuhi juga gizi anak dengan makanan bernutrisi dan bergizi lengkap serta menjauhkan dari makan mengandung bahan-bahan pengawet.
(maya/maya)

Sumber: SuaraMerdeka

 
Salam sukses.
Bunda Elis Lestari, S.PD
===================
Pengelola blog:
Belanja busana muslim dan Jilbab
http://aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://tupperwarebundaelis.blogspot.com
===============================
Tlp/fax. 021 30149536
Mobile. 08159174339
Email. lestari80elis@gmail.com
Ym. lestari_elis@yahoo.com
Cengkareng Jakarta Indonesia
========================
Workshop. BTC Lt.B9 No.6
========================
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
Mau dapat koleksi artikel dan newsletter motivasi Islam GRATIS klik http://www.zonasukses.com/reg.php?aemail=ahap234jamil@gmail.com
Ingin mempromosikan produk atau jasa anda dengan efektif join di http://negeriads.com/index.php?r=4503

Wednesday, May 19, 2010

Tips bekerja dilingkungan yang kurang nyaman (uncomfort zone)

Hai semua.. pa kabar..? Alhamdulillah semoga sehat wal afiyah ya... Amiin. Biarpun sibuk beraktifitas jangan sampai mengabaikan kesehatan ya he he  he
Well , today mau share beberapa kiat atawa tips : how to handle work at uncomfort zone. Pasti banyak kan yang mengalaminya ya termasuk saya he he he (kadang-kadang). Oyah, tetep, buat para netter yang pengen belanja Tupperware edisi Mei 2010 klik aja disini atau bisa sms ke 08159174339 (bunda Elis)
Selamat membaca
------------------------------
 
Teman kantor yang menyebalkan, terus ga bisa dipercaya. Bos / atasan yang tidak mau mengerti. Sistem kerja yang amburadul bla bla bla... Bagaimana ya agar kita bisa tetap tersenyum menghadapi semua itu, everyday,setiap hari???
Orang-orang yang sudah mendapatkan pekerjaan yang layak adalah orang yang beruntung dibandingkan dengan ribuan orang yang masih menganggur. Tapi bagi mereka yang sudah bekerja bisa jadi lain soal. Ada banyak pegawai / karyawan yang tidak betah bekerja di suatu perusahaan karena lingkungan suasana kerja yang dianggapnya tidak nyaman.
Kadang-kadang (mungkin sering ???) rekan kerja di kantor atau atasan kita membawa masalah pribadi ke kantor. Akibatnya, jelas tidak menyenangkan bagi kita atau bawahannya. Belum lagi kalau bekerja dalam kondisi yang dituntut tahan terhadap tekanan dan beban kerja yang semakin berat, sementara fasilitas tidak memadai. Walhasil, bisa bikin stress berat... Mau keluar aja, resign??? Emang gampang cari kerjaan he he he...
 
Berikut beberapa tips dari bukunya Deborah A Bailey, Think Like an Entrepeneur, agar kita tetap bahagia di tengah orang-orang yang tertekan dengan pekerjaannya.
  1. Jangan terpengaruh orang negatif. Jika semua orang disekeliling kita mengeluh STRESS dengan pekerjaan dan hidupnya, bukan berarti kita harus ikut-ikutan stress. Meski sulit untuk berfikir positif jika kita dikelilingi orang-orang berfikiran negatif, paling tidak cobalah untuk tidak terlibat dalam masalah yang mereka alami. Jika ada cerita negatif atau kabar buruk dari rekan kerja atau atasan, jangan langsung bereaksi keras. Cobalah untuk diam sejenak dan mengevaluasi situasi dan kondisi yang ada. Kalau kita bereaksi keras atau membenarkan cerita negatif tersebut, tentunya suasana makin tidak enak.
  2. Beristirahat atau berlibur. Lingkungan kerja yang buruk bisa sangat membuat kita lelah. Energi dan fikiran terkuras. Bisa jadi kita gampang sakit, atau stress. Cobalah untuk keluar kantor sebentar, jika memungkinkan. Sekedar berjalan menghirup udara luar menenangkan fikiran dan kepala yang panas. Atau bila sudah benar-benar penat, barangkali bisa mengajukan cuti 1-2 hari dan melakukan kegiatan yang bisa mengembalikan semangat dan fikiran positif. Mungkin piknik bersama keluarga.
  3. Hindari politik kantor. Fokus saja pada pekerjaan kita. Jangan mengikuti gosip atau rumors. Kalaupun kita terlibat obrolan meeting yang menjurus pada gosip, cobalah untuk tetap profesional dan tidak memihak. Jangan mudah terpengaruh dengan berita atau pernyataan yang didengar.
  4. Tahu kapan waktunya pindah kerja. Kalau semua sudah dicoba dan keadaan tetap buruk,mungkin memang sebaiknya pindah kerja. Tapi sebelum memutuskan pindah kerja, fikir panjang matang-matang, supaya tidak menyesal dikemudian hari. Dan jangan sampai di pekerjaan baru nanti malah sama saja atau lebih buruk. Yang terpenting adalah tetap fokus pada pekerjaan kita dan target yang telah kita rencanakan. Jangan sampai kemarahan menguasai diri Anda dan selalu berfikir positif . Dan tebarkan senyum untuk semua orang.
Salam sukses.
Bunda Elis Lestari, S.PD
===================
Pengelola blog:
Busana muslim dan Perlengkapan Muslimah 
http://aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://tupperwarebundaelis.blogspot.com
===============================
Tlp/fax. 021 30149536
Mobile. 08159174339
Email. lestari80elis@gmail.com
Ym. lestari_elis@yahoo.com
Cengkareng Jakarta Indonesia
========================
Workshop. BTC Lt.B9 No.6
========================
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
Mau dapat koleksi artikel dan newsletter motivasi Islam GRATIS klik http://www.zonasukses.com/reg.php?aemail=ahap234jamil@gmail.com
Ingin mempromosikan produk atau jasa anda dengan efektif join di http://negeriads.com/index.php?r=4503

Friday, May 14, 2010

Tips Memilih Jilbab Bergo

Hai semua pa kabar, semoga sehat dan makin cantik ya he he he Amin.... Today mau share tips tentang bergo, sudah pada tahu kan. Bergo aka Jilbab Instant banyak diminati kita-kita kaum hawa yang cantik jelita ini ^_^

Soalnya selain praktis, jenis jilbab ini juga mudah untuk dikreasikan. Namun, tentunya kita harus cermat dalam memilih jilbab yang satu ini. Berikut beberapa tips memilih bergo, disarikan dari berbagai sumber dan tabloid. semoga berkenan ^_^ 

Terus buat yang minat belanja produk tupperware terbaru klik aja disini

Atau kalo pengen langsung lihat koleksi bergo Arya's Outlet klik aja disini

==================================================

1.Bahan
Seperti halnya jilbab lainya, bergo juga terdiri dari beberapa bahan seperti sutra, lycra, spandek dan katun. Untuk itu dalam menggunakan bergo dari beberapa bahan itu dapat disesuaikan dengan suasana. Misalnya, untuk saat pesta disarankan Anda menggunakan bergo dengan bahan sutra agar terlihat lebih glamor. Sedangkan saat santai, bergo dengan bahan lycra, spandek dan katun.

2.Aksen
Selain bahan, aksen bergo juga bervariasi. Mulai dari payet, sulam hingga batuan. Bergo dengan payet sebenarnya masih bisa dikreasikan selama aksenya tidak terlalu ramai. Contohnya jika aksen payet ada dibagian depan, maka Anda dapat mengkreasikan bandana dibelakang payet dan memberikan aksen bunga pada bagian samping.

3.Warna
Untuk mengkreasikan jilbab, tentunya Anda juga harus menyerasikan dengan warna busana dan jilbab. Walau tidak sama, usahakan warna turunan. Atau bisa juga warna kontras yang diambilkan dari salah satu warna busana.

=================================

Salam hangat

Bunda Elis Lestari, S.PD

===================
Pengelola blog:
Busana Muslim dan Perlengkapan Muslimah
http://aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://tupperwarebundaelis.blogspot.com
===============================
Tlp/fax. 021 30149536
Mobile. 08159174339
Email. lestari80elis@gmail.com
Ym. lestari_elis@yahoo.com
Cengkareng Jakarta Indonesia
========================
Workshop. BTC Lt.B9 No.6
========================
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
Mau dapat koleksi artikel dan newsletter motivasi Islam GRATIS klik http://www.zonasukses.com/reg.php?aemail=ahap234jamil@gmail.com
Ingin mempromosikan produk atau jasa anda dengan efektif join di http://negeriads.com/index.php?r=4503





Sunday, May 9, 2010

Merawat Rambut Berkerudung

Hai semua.. pa kabar. Semoga sehat wal afiyah. amin. Tetep semangat sudah 10 hari berlalu di bulan Mei . Today mau share artikel yang saya sarikan dari berbagai sumber.  Isinya tentang merawat rambut bagi kita kaum perempuan yang memakai jilbab / kerudung. Semoga bermanfaat. Anyway, buat yang mau produk Tupperware edisi Mei 2010 silahkan klik disini

======================================

Bagi wanita alias kita-kita yang berjilbab atau berkerudung pasti sering mengalami masalah rambut ya . Mungkin malah ada diantara kita yang dicepak habis rambutnya biar ga repot he he he. Well, barangkali beberapa tips di bawah ini bisa membantu buat para wanita yang berjilbab agar tetap bisa memanjangkan rambut dan tetap indah .

  • Mencuci rambut minimal seminggu (2) dua kali. Kalo cuci rambut tiap hari nanti kaya film suster keramas dong hiyyyy...
  • Mencuci rambut sebaiknya dilakukan pada senja hari (sore) tujuannya agar tidak terkena sengatan panas matahari. Kalo malam-malam nanti masuk angin gitu..
  • Keringkan segera rambut sebelum memakai jilbab / kerudung
  • Sebaiknya tidak menyisir rambut pada saat basah banget. Supaya rambut engga rontok dan juga nempel engga tergerai.
  • Menurut beberapa sumber sih jangan menguncir rambut pake karet soalnya bisa bikin rambut sulit bernafas dan jadi rusak.
  • Nah kalo dirumah yah bebas biarkan saja rambutnya tergerai atau kalo cuaca really really hot di jepit saja.
  • Sebelum tidur malam, sisir rambut terus pada saat tidur posisikan rambut di atas kepala.
Nah barangkali tips - tips sederhana di atas bisa bikin rambut lebih panjang dan indah .
 
Salam sukses.
Bunda Elis Lestari, S.PD
===================
Pengelola blog:
Busana Muslim dan Perlengkapan Muslimah 
http://aryasoutletmuslim.blogspot.com
http://tupperwarebundaelis.blogspot.com
===============================
Tlp/fax. 021 30149536
Mobile. 08159174339
Email. lestari80elis@gmail.com
Ym. lestari_elis@yahoo.com
Cengkareng Jakarta Indonesia
========================
Workshop. BTC Lt.B9 No.6
========================
Mau Belajar Bisnis Internet dan cara mendapat uang lewat internet join disini http://tinyurl.com/8o4hgb
Mau dapat koleksi artikel dan newsletter motivasi Islam GRATIS klik http://www.zonasukses.com/reg.php?aemail=ahap234jamil@gmail.com
Ingin mempromosikan produk atau jasa anda dengan efektif join di http://negeriads.com/index.php?r=4503