- PENGERTIAN BERSYUKUR
· Menurut kamus Bahas Arab Al Munjid, SYUKUR artinya: memuji karena kebaikan yang didapatkan atau diperolehnya.
· Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) SYUKUR : berarti berterima kasih kepada Allah, menyatakan lega atau senang, berterima kasih karena suatu hal, selamat terhindar dari maut atau sembuh dari penyakit.
· Salah satu ulama Bahasa Arab Al-Quran, Ar-Raghib Al-Isfahani menerangkan bahwa SYUKUR mengandung arti :
Gambaran dalam benak / hati seseorang tentang nikmat dan memperlihatkannya ke permukaan. Kata SYUKUR juga mengandung arti "MEMBUKA" lawan dari kata "KUFUR" yang berarti: menutup-melupakan-mengingkari nikmat.
Jadi Hakikatnya SYUKUR adalah : MEMPERLIHATKAN NIKMAT
Sedangkan hakikatnya KUFUR adalah : MENYEMBUNYIKAN-MENGINGKARI-TIDAK MENGAKUI NIKMAT.
- TATA CARA BERSYUKUR dan RUANG LINGKUPNYA
Seperti sudah disebutkan di atas bahwa Syukur berarti memperlihatkan atau menampakkan nikmat. Hal ini harus sesuai pada tempat dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberi nikmat tersebut, yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala.
BERSYUKUR ini terbagi kedalam 3 :
(1) Bersyukur dengan lidah/ucapan
(2) Bersyukur dengan hati
(3) Bersyukur dengan perbuatan
Pembahasannya sebagai berikut.
(1) Bersyukur dengan lidah / ucapan yaitu kita mengakui nikmat yang kita dapatkan sumbernya adalah dari Allah subhanahu wa ta'ala sambil memujinya dengan berkata:
Menurut para pakar bahasa Arab, lafaz
adalah : AL LIL ISTIGHRAQ
Maksudnya untuk keseluruhan. Sehingga kata AL HAMDU
Yang ditujukan kepada Allah artinya: Bahwa yang paling berhak menerima segala atau seluruh pujian adalah hanya Allah subhanahu wa ta'ala.
Bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Misalnya memuji kecantikan --------à asalnya cantik dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Memuji kebaikan ---------à asalnya baik dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Memuji kekayaan ---------à asalnya kekayaan dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Nah, disisi lain, kalo ada perbuatan atau ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala. Yang mungkin, atau boleh jadi dalam pandangan kacamata manusia (kita) dinilai kurang baik atau jelek, maka tetap kita harus menyadari bahwa penilaian tersebut adalah akibat KETERBATASAN manusia dalam menetapkan tolak ukurnya. Jadi pasti ada sesuatu yang luput dari jangkauan pandangan manusia (kita) sehingga penilaiannya menjadi demikian.
Nabi Muhammad SAW, senantiasa mengajarkan kepada kita semua, umatnya, agar selalu bersyukur dengan ucapan :
Seperti misalnya setelah bangun tidur, kita membaca:
"Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menghidupkan setelah mematikan kami. Dan Kepada Allah tempat kami kembali."
Atau sehabis makan, kita membaca:
"Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah memberikan makan dan minum kepada kami dan menjadikan kami orang yang berserah diri."
Seseorang yang senantiasa membiasakan diri mengucap ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN maka dari waktu ke waktu dari saat ke saat ia akan selalu merasa berada dalam curahan rahmat dan kasih sayang Allah subhanahu wa ta'ala. Dia akan merasa yakin dan sungguh-sungguh bahwa Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan membiarkan dia sendirian.
Walaupun banyak ditimpa susah dan musibah JIWAnya akan tetap SABAR karena SADAR bahwa selama ini karunia dan pemberian nikmat dari Allah sudah sedemikian banyak yang dia dapatkan.
Dari sini ada HIKMAH yang bisa kita ambil sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Surat Ali Imaran ayat 191:
[3.191] الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi : "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Demikian yang dapat Saya sampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan
Billahi taufiq wal hidayah…
Wassalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh…
(Disampaikan oleh: Amas Hariska AP
Pengajian malam minggu, Musolla Al-Fallah, Rt.05 Rw.014 Perumnas 3
Kel. Aren Jaya Bekasi. Hari Sabtu, Tgl. 10 Januari 2009)